Mahasiswa UMM Dampingi Petani Desa Bocek dalam Pembuatan Biopestisida Ramah Lingkungan

Pada hari Minggu, 25 Agustus 2025, mahasiswa Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di Balai Desa Bocek. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Penguatan Kapasitas Ormawa (PPK Ormawa) yang berfokus pada pendampingan petani dalam pengendalian hama secara ramah lingkungan. Acara dihadiri oleh ketua program studi, dosen pembimbing, mahasiswa, penyuluh pertanian dari BPP, serta para ketua dan anggota kelompok tani Desa Bocek. Total peserta yang hadir sebanyak 22 orang. Dalam sambutan pembuka, dosen pembimbing menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk terjun langsung di masyarakat. “Syukur alhamdulillah pada siang hari ini kita dapat berkumpul di Balai Desa Bocek. Kegiatan ini adalah bagian dari proses belajar mahasiswa agar memahami persoalan nyata di lapangan, khususnya dalam bidang pertanian. Harapannya, mahasiswa dapat mengambil hikmah dari pengalaman ini untuk penelitian maupun tugas akhir, sementara masyarakat mendapatkan manfaat praktis dari pendampingan yang dilakukan,” jelasnya. Materi utama disampaikan oleh Bapak Hariyanto dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP). Ia menegaskan bahwa lalat buah menjadi hama serius bagi tanaman jeruk, dengan potensi kerugian hingga 40% hasil panen atau sekitar 20.000 ton jeruk. “Lalat buah meletakkan telur pada buah jeruk, sehingga buah cepat rusak. Sejatinya, alam sudah menyediakan predator alami, namun penggunaan pestisida kimia justru membunuh musuh alami tersebut,” terangnya. Hariyanto juga menjelaskan pentingnya teknik penyemprotan yang benar, termasuk penggunaan air netral (pH 7), serta tidak mencampur pestisida dengan pupuk daun agar tidak merusak efektivitasnya. Selain itu, ia memperkenalkan bahan-bahan alami yang mudah dijumpai petani seperti daun sirsak, serai merah, dan daun mimpo. “Hari ini kita praktik langsung membuat biopestisida. Dengan memanfaatkan tanaman sekitar, petani bisa mengendalikan hama lalat buah tanpa merusak lingkungan,” tambahnya. Salah satu petani, Bapak Anata, menyampaikan rasa syukurnya. “Sebagai petani, saya sangat berterima kasih atas kesempatan untuk belajar membuat biopestisida dari bahan alami sekitar. Saya berharap dapat menerapkan pengetahuan ini untuk meningkatkan hasil pertanian dan mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya. Diskusi interaktif berjalan hangat, dengan berbagai pertanyaan dari petani yang ditanggapi oleh pemateri dan mahasiswa. Dosen pembimbing, Ilmam Zul Fahmi, SP., MSc., berharap kegiatan ini tidak berhenti di satu kali pertemuan, tetapi berlanjut menjadi program kolaboratif yang berkesinambungan. Kegiatan diakhiri dengan foto bersama. Para petani menyambut baik program ini serta berharap sinergi antara UMM, BPP, dan masyarakat Desa Bocek dapat terus ditingkatkan.