Cerita Tiara Sandy: Dari Kelas CoE Industri Benih Agroteknologi UMM Menuju Kesiapan Karier di Industri Benih

Malang – Bagi calon mahasiswa baru yang ingin kuliah pertanian dengan arah karier yang jelas, kisah Tiara Sandy Nur Pridayanti dapat menjadi gambaran nyata. Mahasiswa lulusan Program Studi Agroteknologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dari kelas Center of Excellence (CoE) Industri Benih ini menunjukkan bahwa pembelajaran di kampus tidak berhenti pada teori, tetapi bergerak sampai pada pengalaman praktik yang dekat dengan dunia kerja. Melalui kelas CoE Industri Benih, mahasiswa Agroteknologi UMM diperkenalkan pada proses produksi benih dari hulu ke hilir. Mereka belajar tentang pemilihan bahan tanam, pemuliaan tanaman, teknik produksi benih, prosesing, pengujian mutu, hingga pengembangan produk dan pasar. Pola ini membuat mahasiswa memahami bahwa industri benih bukan hanya soal menanam, tetapi juga tentang ketelitian, standar mutu, teknologi, dan kemampuan membaca kebutuhan pasar pertanian. Bagi Tiara, pengalaman di CoE menjadi bekal penting untuk mengenal budaya kerja industri sejak masih kuliah. Mahasiswa tidak hanya bertemu dengan dosen di ruang kelas, tetapi juga belajar dari praktisi, mengenal standar perusahaan, serta memahami bagaimana keputusan teknis di lapangan dapat memengaruhi kualitas benih. Hal ini menjadi nilai tambah bagi lulusan yang ingin masuk ke sektor perbenihan, perusahaan agribisnis, maupun pengembangan usaha pertanian mandiri. Agroteknologi UMM menempatkan CoE sebagai salah satu kekuatan pembelajaran. Program ini memberikan kesempatan mahasiswa untuk membangun hard skills dan soft skills sekaligus, mulai dari kemampuan teknis, komunikasi profesional, kerja tim, hingga kedisiplinan dalam mengikuti standar industri. Bagi orang tua, model pembelajaran seperti ini memberi gambaran bahwa anak tidak hanya kuliah untuk memperoleh ijazah, tetapi juga dipersiapkan untuk memiliki daya saing setelah lulus. Kisah Tiara menjadi pesan sederhana bagi generasi muda yang tertarik dengan pertanian modern: industri benih membutuhkan anak muda yang teliti, adaptif, dan siap belajar teknologi. Melalui Agroteknologi UMM, mahasiswa dapat menemukan jalur untuk tumbuh sebagai calon profesional pertanian yang memahami ilmu, praktik, dan peluang karier masa depan. (PP)