Belajar dari Praktisi BASF, Mahasiswa CoE Pupuk dan Pestisida Agroteknologi UMM Didorong Siap Masuk Dunia Industri

Malang – Program Studi Agroteknologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus memperkuat pembelajaran berbasis industri melalui kelas Center of Excellence (CoE) Pupuk dan Pestisida. Salah satu bentuk penguatan tersebut tampak melalui keterlibatan praktisi dari dunia usaha dan dunia industri, termasuk Maghfirotus Sibyan, S.P., Junior Biologist PT BASF, yang berbagi pengalaman kepada mahasiswa. Kehadiran praktisi industri memberi warna berbeda dalam proses belajar. Mahasiswa tidak hanya memahami pupuk dan pestisida dari sisi konsep, tetapi juga diajak melihat bagaimana produk pertanian dikembangkan, diuji, dipasarkan, dan digunakan secara bertanggung jawab di lapangan. Materi seperti formulasi, pengujian kualitas, regulasi, keamanan aplikasi, serta teknologi pengendalian organisme pengganggu tanaman menjadi lebih mudah dipahami karena dikaitkan langsung dengan praktik industri. Bagi calon mahasiswa baru, kelas CoE Pupuk dan Pestisida menjadi salah satu pilihan menarik karena memiliki orientasi karier yang jelas. Bidang ini sangat dekat dengan kebutuhan pertanian modern, mulai dari peningkatan produktivitas tanaman, pengendalian hama dan penyakit, hingga penggunaan input pertanian yang lebih efisien. Mahasiswa dilatih untuk berpikir kritis agar tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memahami alasan ilmiah di balik setiap rekomendasi budidaya. Agroteknologi UMM melalui kelas CoE mendorong mahasiswa mengenal dunia kerja lebih awal. Mahasiswa dibekali keterampilan teknis, komunikasi profesional, serta kemampuan menyelesaikan masalah lapang. Pembelajaran bersama praktisi juga membantu mahasiswa memahami etika kerja, standar keselamatan, dan pentingnya tanggung jawab lingkungan dalam penggunaan pupuk maupun pestisida. Keterlibatan PT BASF dalam ekosistem pembelajaran menjadi bukti bahwa Agroteknologi UMM membangun hubungan yang relevan dengan kebutuhan industri. Dengan model pembelajaran seperti ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya lulus sebagai sarjana pertanian, tetapi juga siap menjadi tenaga profesional yang adaptif, berwawasan industri, dan mampu berkontribusi pada pertanian Indonesia yang lebih maju.