Program pengabdian mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang di Desa Bocek menghadirkan teknologi Augmentarium berbasis Internet of Things (IoT) 5.0. Teknologi ini dirancang untuk membantu petani memantau ekosistem pertanian secara real-time. Sistem tersebut menggunakan sensor lingkungan untuk mendeteksi kondisi pertanian secara digital. Inovasi ini mendukung pengendalian hayati berbasis ekosistem.

Teknologi Augmentarium berfungsi melestarikan populasi parasitoid sebagai musuh alami lalat buah. Lalat buah merupakan salah satu hama utama tanaman jeruk di wilayah tersebut. Dengan teknologi ini, petani dapat mengetahui tingkat serangan hama secara lebih akurat. Informasi digital tersebut membantu petani dalam mengambil keputusan pengendalian yang tepat. Pendekatan ini juga mengurangi ketergantungan terhadap insektisida kimia.

Kepala Desa Bocek, Abdul Kodim, menyampaikan apresiasi terhadap program tersebut. Ia menilai inovasi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan petani. Program ini diharapkan dapat berkelanjutan dan terintegrasi dengan program desa. Dukungan pemerintah desa menjadi faktor penting dalam keberhasilan kegiatan. Kolaborasi antara kampus dan masyarakat dinilai memberikan dampak positif bagi pertanian lokal.

Ketua Kelompok Tani Tri Rejeki juga menyambut baik inovasi tersebut. Ia optimis teknologi ini mampu mengurangi serangan lalat buah. Selain itu, teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hasil panen jeruk. Petani juga mendapatkan pemahaman baru tentang pertanian berbasis teknologi. Pendampingan mahasiswa turut membantu petani dalam proses adaptasi teknologi.

Program ini menjadi bagian dari upaya penguatan pertanian berkelanjutan. Selain meningkatkan kapasitas petani, program ini juga mendorong regenerasi petani muda berbasis teknologi. Kegiatan ini berkontribusi pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya ketahanan pangan. Program ini juga mendukung konsumsi dan produksi pertanian yang bertanggung jawab. Inovasi yang dihasilkan diharapkan dapat direplikasi di desa-desa lain di Indonesia.