Malang – Program Studi Agroteknologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menerima kunjungan Universitas Muhammadiyah Jember dalam agenda benchmarking pengembangan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Kegiatan ini menjadi ruang pertukaran pengetahuan antarperguruan tinggi Muhammadiyah dalam memperkuat mutu pendidikan pertanian yang berorientasi pada capaian lulusan.

Kurikulum OBE menempatkan capaian pembelajaran sebagai pusat proses pendidikan. Artinya, perkuliahan, praktikum, tugas, asesmen, hingga kegiatan lapang dirancang agar selaras dengan kompetensi yang harus dimiliki mahasiswa setelah lulus. Bagi Agroteknologi UMM, pendekatan ini penting karena dunia pertanian membutuhkan lulusan yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkan ilmu untuk menyelesaikan persoalan lapang.

Dalam kunjungan benchmarking tersebut, pembahasan diarahkan pada pengalaman Agroteknologi UMM dalam menyusun kurikulum, menghubungkan capaian pembelajaran dengan profil lulusan, serta memperkuat kegiatan praktikum dan kolaborasi industri. Model ini menjadi relevan bagi calon mahasiswa karena memberi kepastian bahwa proses belajar dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi masa depan.

Agroteknologi UMM telah mengembangkan kurikulum yang mendukung penguasaan ilmu tanaman, teknologi pertanian, riset, pengabdian masyarakat, dan kerja sama dengan berbagai mitra. Dengan penerapan OBE, mahasiswa diarahkan untuk memiliki kemampuan akademik, keterampilan teknis, karakter profesional, dan kepedulian terhadap pertanian berkelanjutan.

Kunjungan dari Universitas Muhammadiyah Jember juga menunjukkan bahwa Agroteknologi UMM menjadi salah satu rujukan dalam pengembangan pembelajaran pertanian. Bagi orang tua dan calon mahasiswa baru, hal ini menjadi sinyal positif bahwa prodi tidak hanya aktif mengajar, tetapi juga terus mengevaluasi dan membagikan praktik baiknya untuk kemajuan pendidikan tinggi pertanian.