Malang – Mahasiswa Program Studi Agroteknologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan kiprahnya melalui keberhasilan memperoleh pendanaan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) 2026. Capaian ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Agroteknologi UMM tidak hanya aktif belajar di kelas, tetapi juga mampu merancang program yang bermanfaat bagi masyarakat.
Program yang dikembangkan mengarah pada pemberdayaan petani di Desa Bocek melalui inovasi pertanian berbasis teknologi dan ekologi. Mahasiswa memperkenalkan integrasi teknologi Augmentarium, konservasi parasitoid, serta pendekatan digital berbasis IoT 5.0 untuk mendukung peningkatan kualitas jeruk secara berkelanjutan. Program ini menjadi contoh bagaimana ilmu agroteknologi dapat digunakan untuk menjawab persoalan nyata di lapangan.
Kegiatan tersebut melibatkan pemerintah desa, kelompok tani, tokoh masyarakat, serta unsur kampus. Kolaborasi ini penting karena keberhasilan inovasi pertanian tidak cukup hanya dengan teknologi, tetapi juga membutuhkan penerimaan masyarakat dan pendampingan yang berkelanjutan. Mahasiswa Agroteknologi UMM hadir sebagai jembatan antara ilmu kampus dan kebutuhan petani.
Bagi calon mahasiswa baru, prestasi PPK Ormawa menunjukkan bahwa Agroteknologi UMM memberi ruang luas untuk mengembangkan ide, kepemimpinan, dan kepedulian sosial. Mahasiswa dapat belajar menyusun program, mengelola tim, melakukan komunikasi dengan masyarakat, sekaligus menerapkan pengetahuan tentang hama, penyakit, budidaya, dan pertanian berkelanjutan.
Keberhasilan ini juga menjadi pesan bagi orang tua bahwa lingkungan belajar di Agroteknologi UMM mendorong mahasiswa tumbuh secara utuh. Mereka tidak hanya dibekali kemampuan akademik, tetapi juga dilatih untuk menjadi generasi muda yang kreatif, solutif, dan siap memberi dampak bagi pertanian serta masyarakat. (PP)