Malang – Kesiapan mahasiswa Agroteknologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk memasuki industri kelapa sawit mendapat perhatian positif dari pihak PT Eagle High Plantations (EHP). Ferry, perwakilan dari EHP, mengungkapkan bahwa mahasiswa Agroteknologi yang mengikuti kelas CoE Kelapa Sawit memiliki kesiapan untuk bekerja di perusahaan.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal penting bagi pengembangan pendidikan tinggi pertanian. Selama ini, tantangan besar perguruan tinggi adalah memastikan lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Melalui CoE Kelapa Sawit, Agroteknologi UMM berupaya menjawab tantangan tersebut dengan menghadirkan pembelajaran yang lebih dekat dengan praktik industri.

Mahasiswa CoE Kelapa Sawit tidak hanya mempelajari tanaman sawit sebagai komoditas, tetapi juga memahami sistem perkebunan secara menyeluruh. Mereka belajar mengenai budidaya, manajemen lapang, evaluasi produksi, teknologi, keselamatan kerja, hingga prinsip keberlanjutan. Materi-materi tersebut penting karena industri perkebunan menuntut lulusan yang mampu bekerja secara disiplin, teliti, dan bertanggung jawab.

Bagi calon mahasiswa baru, pengakuan dari praktisi industri menjadi bukti bahwa Agroteknologi UMM serius membangun jalur pendidikan yang relevan dengan karier. Mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk lulus tepat waktu, tetapi juga dipersiapkan agar memiliki bekal masuk ke dunia kerja. Hal ini sejalan dengan kebutuhan orang tua yang menginginkan pendidikan tinggi memberikan manfaat nyata bagi masa depan anak.

Kolaborasi Agroteknologi UMM dan EHP memperlihatkan bahwa kampus dan industri dapat berjalan bersama. Dengan dukungan praktisi, kurikulum, dan pengalaman lapang, mahasiswa CoE Kelapa Sawit diharapkan menjadi generasi muda pertanian yang siap menghadapi tantangan industri perkebunan nasional. (PP)