Malang — Suasana akademik Prodi Agroteknologi Universitas Muhammadiyah Malang tampak berbeda dan lebih semarak melalui pelaksanaan Bazaar Mata Kuliah Bisnis Agroindustri pada 17 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi ajang unjuk kreativitas mahasiswa Agroteknologi angkatan 2023 dalam mengembangkan produk berbasis pertanian yang tidak hanya bermanfaat, tetapi juga memiliki nilai jual.

Bazaar ini merupakan bagian dari pembelajaran Mata Kuliah Bisnis Agroindustri yang dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam membangun ide usaha, mengolah produk, menyusun strategi pemasaran, hingga berinteraksi dengan konsumen. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar tentang konsep bisnis, tetapi juga mempraktikkan bagaimana produk pertanian dapat dikembangkan menjadi peluang usaha yang menarik dan kompetitif.

Berbagai produk ditampilkan dalam bazaar tersebut, mulai dari pupuk bokashi, pupuk kascing, kentang, tanaman souvenir dari sukulen dan kaktus, hingga produk makanan hasil olahan pertanian. Ragam produk ini menunjukkan bahwa bidang agroteknologi memiliki cakupan yang luas, tidak hanya berkaitan dengan budidaya tanaman, tetapi juga pengolahan, inovasi produk, pemasaran, dan pengembangan bisnis agroindustri.

Kegiatan semakin meriah dengan keikutsertaan HIMAGRO atau Himpunan Mahasiswa Agroteknologi yang turut membuka dua stand. Partisipasi HIMAGRO menunjukkan bahwa ekosistem kemahasiswaan di Prodi Agroteknologi UMM berjalan aktif, kreatif, dan mendukung pengembangan potensi mahasiswa di luar ruang kelas. Kolaborasi antara kegiatan perkuliahan dan organisasi mahasiswa ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran yang menyenangkan sekaligus aplikatif.

Ketua Program Studi Agroteknologi, Dr. Agus Zainudin, dalam arahannya menyampaikan bahwa mahasiswa perlu dibekali kemampuan untuk menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin dinamis. Ia menegaskan bahwa lulusan Agroteknologi harus memiliki keberanian berinovasi, kemampuan melihat peluang, serta jiwa entrepreneur yang kuat. Dengan bekal tersebut, mahasiswa tidak hanya siap menjadi tenaga profesional, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja di bidang pertanian dan agroindustri.

Dosen pengampu Mata Kuliah Bisnis Agroindustri, Padhina Pangestika, SP., MP., juga memberikan apresiasi terhadap semangat mahasiswa dalam mengikuti bazaar. Ia memuji kreativitas mahasiswa dalam mengembangkan produk, kegigihan dalam melakukan penjualan, serta kemampuan menerapkan teknik marketing yang menarik. Menurutnya, kegiatan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Agroteknologi UMM memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai inovator muda di bidang pertanian.

Selain diikuti oleh mahasiswa, kegiatan ini juga dihadiri oleh dosen-dosen Prodi Agroteknologi yang turut mendukung dan mengapresiasi produk-produk mahasiswa. Kehadiran para dosen menjadi bentuk dukungan akademik terhadap pengembangan pembelajaran berbasis praktik dan kewirausahaan.

Bazaar Bisnis Agroindustri ini menjadi salah satu contoh nyata bahwa kuliah di Prodi Agroteknologi UMM tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam menciptakan produk, membangun bisnis, dan mengembangkan kreativitas. Bagi calon mahasiswa baru, kegiatan ini memperlihatkan bahwa Agroteknologi UMM merupakan tempat yang tepat untuk belajar pertanian modern, inovasi produk, dan kewirausahaan agroindustri. Sementara bagi wali mahasiswa, kegiatan ini menjadi gambaran bahwa mahasiswa dibimbing untuk menjadi pribadi yang mandiri, kreatif, dan siap menghadapi dunia kerja. (PP)