MALANG — Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman menghadiri pembukaan Studentpreneur Bootcamp 2026 di Aula GKB IV Universitas Muhammadiyah Malang pada Jumat, 17 Juli 2026. Kegiatan tersebut mempertemukan ratusan mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah untuk mengembangkan pola pikir kewirausahaan serta memperluas jejaring bisnis.
Studentpreneur Bootcamp 2026 mengusung tema “Entrepreneurial Mindset and Business Networking: Strategi Mengelola Bisnis Berkelanjutan”. Kegiatan yang berlangsung pada 17–19 Juli 2026 tersebut dirancang untuk membekali generasi muda dengan kemampuan mengembangkan bisnis yang tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga memperhatikan lingkungan, masyarakat, etika, dan profesionalisme.
Dalam arahannya, Menteri Pertanian mendorong mahasiswa agar berani menghadapi risiko dan kegagalan ketika membangun usaha. Menurutnya, pengalaman menghadapi kerugian dapat menjadi proses pembelajaran penting bagi pengusaha muda untuk memperbaiki strategi, membangun ketangguhan, dan mengembangkan bisnis secara lebih matang.
Pesan tersebut sangat relevan bagi mahasiswa yang menekuni bidang pertanian. Pengetahuan mengenai budidaya, teknologi tanaman, pengelolaan hasil, dan lingkungan dapat dikembangkan menjadi berbagai usaha, seperti produksi benih, pertanian organik, jasa budidaya, produk hortikultura, teknologi pertanian, hingga pengolahan komoditas yang memiliki nilai tambah. Kehadiran Direktur Utama Perum Bulog dalam kegiatan itu juga memperkuat pesan bahwa mahasiswa memiliki potensi menjadi penggerak baru dalam ekosistem pangan nasional.
Bagi calon mahasiswa, penyelenggaraan Studentpreneur Bootcamp 2026 menunjukkan bahwa UMM menyediakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya inovasi dan jiwa kewirausahaan. Mahasiswa Agroteknologi UMM tidak hanya dipersiapkan untuk menjadi tenaga profesional di bidang pertanian, tetapi juga memiliki peluang mengembangkan bisnis yang produktif, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.