MALANG — Sistem manajemen mutu memiliki peran penting dalam industri pertanian karena setiap proses harus dilakukan secara terencana, konsisten, dan dapat dievaluasi. Mulai dari penyediaan bahan, proses produksi, pengendalian kualitas, hingga distribusi produk membutuhkan standar kerja yang jelas.
Mahasiswa Agroteknologi perlu memahami manajemen mutu agar mampu menjaga kualitas produk pertanian dan mengurangi kesalahan dalam proses kerja. Pengetahuan ini dapat diterapkan pada industri benih, perkebunan, produksi tanaman, laboratorium, sarana pertanian, maupun usaha pengolahan hasil.
Melalui pengenalan ISO 9001:2015, mahasiswa Agroteknologi UMM tidak hanya mempelajari cara menghasilkan tanaman yang baik, tetapi juga memahami cara mengelola proses secara profesional. Kompetensi tersebut membuat lulusan lebih siap bekerja, memimpin tim, maupun mengembangkan usaha pertanian sendiri.