Tak Hanya Unggul di Pertanian, Mahasiswa Agroteknologi UMM Bersinar di Program Bahasa Asing
Mahasiswa Program Studi Agroteknologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Atha Inas Shafiyah, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih predikat Best Graduate Foreign Language for Special Purpose (FLSP) Faculty Level 2026. Mahasiswa angkatan 2024 tersebut berhasil menjadi lulusan terbaik setelah melalui berbagai tahapan seleksi dan evaluasi yang menguji kemampuan bahasa asing, komunikasi, serta keaktifan selama mengikuti program. FLSP merupakan program pengembangan kemampuan bahasa asing yang dirancang untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan komunikasi global. Melalui program ini, peserta tidak hanya belajar bahasa, tetapi juga dilatih untuk meningkatkan kemampuan presentasi, berpikir kritis, dan berinteraksi dalam lingkungan multikultural. Atha mengaku bahwa proses yang dilalui selama mengikuti FLSP memberikan banyak pengalaman berharga. Menurutnya, kemampuan bahasa asing menjadi salah satu keterampilan penting yang dapat membuka lebih banyak peluang di masa depan, baik dalam bidang akademik maupun profesional. Prestasi yang diraih Atha menunjukkan bahwa mahasiswa Agroteknologi UMM tidak hanya unggul dalam bidang pertanian, tetapi juga mampu bersaing dalam pengembangan kompetensi global. Keberhasilan ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan diri melalui berbagai program yang tersedia di kampus.
15 Mahasiswa Agroteknologi UMM Resmi Lulus, Siap Jadi Generasi Unggul di Bidang Pertanian
Program Studi Agroteknologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali meluluskan mahasiswa terbaiknya melalui kegiatan yudisium. Sebanyak 15 mahasiswa resmi dinyatakan lulus pada periode ini. Kegiatan yudisium menjadi momen penting yang menandai berakhirnya perjalanan akademik mahasiswa. Suasana haru dan bangga menyelimuti seluruh peserta yang hadir. Para mahasiswa tampak antusias mengikuti prosesi tersebut. Yudisium ini menjadi bukti keberhasilan mahasiswa dalam menyelesaikan seluruh rangkaian studi. Mereka telah melewati berbagai tantangan akademik selama perkuliahan. Mulai dari praktikum, penelitian, hingga penyusunan tugas akhir. Semua proses tersebut membentuk kompetensi mahasiswa di bidang pertanian. Program Studi Agroteknologi UMM dikenal memiliki kurikulum yang berbasis pada kebutuhan industri. Hal ini menjadikan lulusannya siap bersaing di dunia kerja. Selain itu, mahasiswa juga dibekali dengan keterampilan praktis di lapangan. Salah satu lulusan, M. Hegel, berhasil menyelesaikan studinya dengan baik. Ia merupakan anak dari pasangan Pak Teguh dan Bu Sukapti. Hegel memperoleh indeks kelulusan sebesar 287,25. Pencapaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi dirinya dan keluarga. Dalam kesempatan tersebut, pihak program studi menyampaikan apresiasi kepada seluruh lulusan. Mereka berharap lulusan dapat berkontribusi di sektor pertanian. Tidak hanya itu, lulusan juga diharapkan mampu menjadi agen perubahan. Para lulusan kini siap melangkah ke dunia profesional. Mereka diharapkan mampu mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh. Dengan bekal yang dimiliki, lulusan Agroteknologi UMM optimis menghadapi masa depan.