Dua Profesor Agroteknologi UMM Lolos Pendanaan BIMA 2026, Angkat Riset Inovatif Bidang Pertanian
Program Studi Agroteknologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang penelitian. Dua profesor dari program studi ini berhasil lolos pendanaan BIMA 2026. Pencapaian ini menjadi bukti kualitas riset dosen Agroteknologi UMM yang terus berkembang. Kedua profesor tersebut adalah Prof. Dr. Ir. Hj. Dyah Roeswitawati, M.S. dan Prof. Dr. Ir. Syarif Husen, MP. Keduanya mengangkat tema penelitian yang relevan dengan kebutuhan pertanian modern. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi nyata bagi sektor pertanian. Prof. Dyah Roeswitawati mengangkat penelitian tentang rhizobakteri akar alang-alang. Penelitian ini berjudul “Isolasi dan Identifikasi Secara Molekular Rhizobakteri Akar Alang-Alang (Imperata cylindrica) Penghambat Patogen Phytophthora Infestan Menggunakan 16S rDNA.” Sementara itu, Prof. Syarif Husen mengangkat penelitian tentang bioamelioran berbasis agen hayati lokal. Judul penelitiannya adalah “Bioamelioran Multivariat Berbasis Agen Hayati Lokal untuk Peningkatan Kesuburan Tanah dan Produktivitas Kedelai Lahan Kering.” Kedua penelitian ini memiliki fokus yang berbeda, namun saling melengkapi. Keduanya berkontribusi dalam pengembangan pertanian berkelanjutan. Pendanaan BIMA menjadi peluang besar bagi dosen untuk mengembangkan riset. Program ini mendukung penelitian yang inovatif dan aplikatif. Keberhasilan ini juga menjadi kebanggaan bagi Agroteknologi UMM. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas penelitian terus meningkat. Dengan adanya pendanaan ini, diharapkan hasil penelitian dapat memberikan manfaat luas. Terutama bagi petani dan praktisi pertanian. Prestasi ini menjadi motivasi bagi dosen lainnya untuk terus berkarya. Agroteknologi UMM optimis dapat terus mencetak peneliti unggul.