Lolos BIMA 2026 : Riset Rhizobakteri dan Kesuburan Tanah Jadi Andalan Agroteknologi UMM
Keberhasilan dosen Agroteknologi UMM dalam memperoleh pendanaan BIMA 2026 menjadi kabar menggembirakan. Penelitian yang diangkat memiliki fokus yang strategis. Salah satu fokus penelitian adalah rhizobakteri. Mikroorganisme ini memiliki peran penting dalam melindungi tanaman. Penelitian ini mengkaji rhizobakteri dari akar alang-alang. Tanaman ini dikenal memiliki daya adaptasi tinggi. Rhizobakteri dari tanaman ini diharapkan memiliki kemampuan khusus. Salah satunya adalah menghambat patogen tanaman. Selain itu, penelitian lain membahas kesuburan tanah. Tanah yang subur menjadi kunci produktivitas tanaman. Bioamelioran berbasis agen hayati menjadi solusi yang ditawarkan. Penelitian ini fokus pada peningkatan produktivitas kedelai. Kedelai merupakan komoditas penting di Indonesia. Dengan penelitian ini, diharapkan produksi kedelai meningkat. Agroteknologi UMM terus berkontribusi dalam penelitian pertanian.
Dari Rhizobakteri hingga Bioamelioran: Inovasi Riset Dosen UMM untuk Pertanian Berkelanjutan
Inovasi di bidang pertanian terus berkembang seiring dengan kebutuhan global. Hal ini juga dilakukan oleh dosen Agroteknologi UMM. Dua penelitian inovatif berhasil lolos pendanaan BIMA 2026. Penelitian pertama membahas rhizobakteri akar alang-alang. Rhizobakteri merupakan mikroorganisme yang hidup di sekitar akar tanaman. Mikroorganisme ini memiliki peran penting dalam kesehatan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi rhizobakteri yang mampu menghambat patogen. Salah satu patogen yang diteliti adalah Phytophthora infestans. Sementara itu, penelitian kedua fokus pada bioamelioran berbasis agen hayati lokal. Bioamelioran merupakan bahan yang digunakan untuk memperbaiki kualitas tanah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesuburan tanah. Selain itu, juga untuk meningkatkan produktivitas kedelai di lahan kering. Kedua penelitian ini memiliki dampak yang besar. Terutama dalam mendukung pertanian berkelanjutan. Penggunaan agen hayati menjadi solusi ramah lingkungan. Hal ini penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Pendanaan BIMA menjadi dukungan penting bagi penelitian ini. Dengan adanya inovasi ini, diharapkan pertanian Indonesia semakin maju
Dua Profesor Agroteknologi UMM Lolos Pendanaan BIMA 2026, Angkat Riset Inovatif Bidang Pertanian
Program Studi Agroteknologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang penelitian. Dua profesor dari program studi ini berhasil lolos pendanaan BIMA 2026. Pencapaian ini menjadi bukti kualitas riset dosen Agroteknologi UMM yang terus berkembang. Kedua profesor tersebut adalah Prof. Dr. Ir. Hj. Dyah Roeswitawati, M.S. dan Prof. Dr. Ir. Syarif Husen, MP. Keduanya mengangkat tema penelitian yang relevan dengan kebutuhan pertanian modern. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi nyata bagi sektor pertanian. Prof. Dyah Roeswitawati mengangkat penelitian tentang rhizobakteri akar alang-alang. Penelitian ini berjudul “Isolasi dan Identifikasi Secara Molekular Rhizobakteri Akar Alang-Alang (Imperata cylindrica) Penghambat Patogen Phytophthora Infestan Menggunakan 16S rDNA.” Sementara itu, Prof. Syarif Husen mengangkat penelitian tentang bioamelioran berbasis agen hayati lokal. Judul penelitiannya adalah “Bioamelioran Multivariat Berbasis Agen Hayati Lokal untuk Peningkatan Kesuburan Tanah dan Produktivitas Kedelai Lahan Kering.” Kedua penelitian ini memiliki fokus yang berbeda, namun saling melengkapi. Keduanya berkontribusi dalam pengembangan pertanian berkelanjutan. Pendanaan BIMA menjadi peluang besar bagi dosen untuk mengembangkan riset. Program ini mendukung penelitian yang inovatif dan aplikatif. Keberhasilan ini juga menjadi kebanggaan bagi Agroteknologi UMM. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas penelitian terus meningkat. Dengan adanya pendanaan ini, diharapkan hasil penelitian dapat memberikan manfaat luas. Terutama bagi petani dan praktisi pertanian. Prestasi ini menjadi motivasi bagi dosen lainnya untuk terus berkarya. Agroteknologi UMM optimis dapat terus mencetak peneliti unggul.